Meet the Guru

Digital Ekonomi Jokowi mendorong Anak BijakOnline sekarang

Baru-baru ini Bapak Jokowi mengunjungi negara Paman Sam dan bertemu dengan Presiden Obama. Salah satu pembicaraanya adalah tekad pemerintahannya untuk melakukan DIGITAL EKONOMI di Indonesia.

Apa itu digital ekonomi?

Secara singkat digital ekonomi adalah ekonomi yang berdasarkan penggunaan peralatan-peralatan komputer, baik itu ponsel, tablet atau laptop dan lainnya. Bila tidak menggunakan peralatan komputer suatu keluarga mungkin kesulitan untuk melakukan kegiatan ekonomi sehari-hari seperti pembelian barang, membayar tagihan, berinteraksi dengan pemerintahan, bisnis dan kursus-kursus ekstra kurikuler bagi anak lainnya. Ekonomi mempengaruhi kehidupan masyarakat dan tentunya dengan adanya suatu DIGITAL EKONOMI akan diperlukan perubahan perilaku setiap anggota masyarakat untuk dapat tetap terlibat dalam ekonominya.

Bagi suatu ekonomi digital yang sukses pasti melibatkan paling tidak tiga pihak, pertama: Pemerintah, kedua: Industri/bisnis dan ketiga: Masyarakat. Masing-masing mengambil peran untuk mensukseskannya, contoh: pemerintah perlu bertanggung jawab untuk membangun infrastruktur digital moderen (high speed Internet) demikian juga peraturan-peraturan online. Sedangkan industri/bisnis menerapkan sistim-sistim komputer dalam perdagangannya. Lalu apa yang menjadi peran masyarakat?

Secara khusus keluarga-keluarga yang menjadi bagian dari masyarakat perlu mengantisipasi, peran yang dapat dilakukan? Kita perlu membayangkan dalam 10 tahun ke depan dimana digital ekonomi sudah semakin banyak diterapkan, apa keluarga dan secara khusus anak-anak kita masih dapat berkompetisi dengan baik ? berhasil dalam pendidikan? berhasil dalam pekerjaan? Karena dalam waktu itu, ladang kompetisi tidak hanya secara nasional lagi oleh karena digital ekonomi pasti akan membuat ekonomi-ekonomi negara semakin global, yang sangat berkaitan dengan negara-negara lain.

Pilihan-pilihan ekonomi tidak lagi terbatas secara lokal melainkan global termasuk juga pelaku-pelaku digital ekonomi global akan semakin mudah masuk kedalam pasaran lokal di Indonesia. Temasuk sumber daya manusianya. Apakah kita dapat membayangkan besarnya peran keluarga khususnya orang tua untuk mempersiapkan anak-anak menghadapinya?

Bila saat ini keluarga hanya menyediakan komputer dan Internet untuk anak-anak agar mereka dapat BERMAIN dan atau supaya TIDAK KETINGGALAN JAMAN, serta menganggap anak-anak dapat belajar sendiri tanpa perlu bimbingan dan edukasi dari orangtua? Mungkin kita perlu merenungkan kembali.

Tujuan kita tentu luhur dan baik untuk anak-anak. Tapi itu saja tidaklah cukup. Dunia cyber terlalu luas untuk anak-anak dibiarkan bermain sendiri. Mereka perlu tuntunan orang tua yang trampil untuk mempersiapkan mereka menghadapi suatu era kedepan dimana 10, 20 tahun mendatang digital ekonomi akan menjadi bagian hidup mereka sehari-hari. Agar trampil orang tua tentunya perlu menambah ilmu dalam digital parenting, sehingga sejak usia anak-anak, mereka telah belajar menjadi bijak online.

Bagaimana digital parenting anda? Memerlukan suatu pembaruan? silahkan berbagi:


Hi, nama saya Immanuel...

Follow Us on Facebook

Featured Posts
Recent Posts
  • YouTube Social  Icon
  • Facebook Black Round
  • Twitter Black Round

© 2019 by Bijak Online

Proudly created with Wix.com

City of Casey, Melbourne, Australia

Email: cybersafetykeluarga@gmail.com

Phone: +61397047483

Skype: Immanuel.Daely