Meet the Guru

Berbagai reaksi parents bila anak salah online? Apa reaksi anda?

Kisah dibawa adalah reaksi tiga parent terhadap bahaya online anak-anaknya:

Satu:

Patti Thomson mengatakan ia percaya bahwa tugasnya sebagai seorang ibu adalah untuk melindungi ke lima anaknya, yang berusia 7 sampai 15, dari konten berbahaya, bahkan jika itu berarti menghabiskan berjam-jam meneliti buku petunjuk dan parental control untuk mengakses komputer di rumahnya.

"Zaman ini, benar-benar gila," katanya, ngeri melihat berbagai macam materi pornografi tersedia secara online. "Saya ingin benar-benar melindungi mereka sampai pada usia ketika mereka bisa mengerti ".

Ketika Patti menemukan bahwa perangkat iPod Touch yang dia berikan sebagai hadiah Natal bisa digunakan untuk berselancar di Web, dia sangat marah bahkan dia mengambil perangkat itu kembali dari anak sampai ia bisa mencari cara untuk menonaktifkan koneksi internet. Dia juga mendebat penjualnya, Apple supaya memberi label peringatan pada kotak perangkat.

Beberapa bulan kemudian, ia sangat senang karena menemukan browser Web mobile, Mobicip - yang dirancang untuk perangkat seperti iPod Touch, iPhone, iPad dan perangkat Android OS berbasis seperti Kindle Fire - yang mudah untuk disetel cepat dan dapat memblokir konten sesuai usia atau dengan kategori seperti pornografi, chatting atau game.

Patti adalah tipe seorang ibu yang berkorban untuk menjadi MEKTEK(melek teknologi).

Dua:

Kadang-kadang bahaya mengintai di mana orang tua tidak mengharapkannya. Jeanne Sager, seorang blogger, merasa aman untuk membiarkan anak 6 tahunnya, Jillian, menonton video dengan judul "My Little Pony". Tapi ketika dia meninggalkan ruangan sejenak, ia mendengar sesuatu yang tidak terdengar seperti film kartun.

Ternyata putrinya telah menemukan sebuah video bergambar dengan mengklik link terkait yang tercantum di sebelah kanan pemutar video. Ini adalah salah satu keluhan yang paling sering dari orang tua yang menemukan bahwa anak-anak mereka telah terkena materi seksual yang berbahaya lewat online - tidak sengaja, dengan beberapa klik di YouTube bisa mendaratkan anak di wilayah yang tak terduga, seperti sejenis pornografi di mana karakter kartun populer, seperti Batman atau Mario Bros, yang diberi soundtrack pengganti serta disunting untuk menunjukkan karakter-karakter itu terlibat dalam tindakan telanjang.

Dalam hal ini, Ms. Sager hanya mengatakan kepada putrinya, "Ada beberapa video yang kita tidak boleh tonton," dan ia lalu memastikan anaknya memahami bahwa dia tidak melakukan sesuatu yang salah.

Kemudian, ia membuat satu login komputer yang terpisah untuk putrinya, dengan memberi bookmark situs-situs favoritnya, dan membuat aplikasi YouTube terblokir dari login itu.

Ms Sager, menampilkan tipe parent yang bijaksana, tenang dan membuat SOLUSI agar anak tidak kena video kotor lagi. setuju saudara?

Tiga:

Untuk J. Carlos, seorang penulis dari Pasadena, California., Yang juga meminta agar nama terakhir tidak digunakan. Suatu kebutuhan untuk percakapan pornografi muncul ketika dia dan anak 14 tahunnya sedang naik gunung di pegunungan Virginia. Sementara dia meminjam ponsel anaknya untuk mencari restoran, ia melihat riwayat/histori pencarian di ponsel itu, katanya pada anak laki-laki itu( karena segera menyadari): "Oh, OK, saatnya sekarang untuk berbicara tentang itu."

Dia berharap mereka telah membicarakan itu sebelumnya, katanya. Kata-kata pencarian yang muncul di ponsel tampaknya seperti tak disengaja dan berpotensi merepotkan, jadi ia khawatir bahwa anaknya mungkin tidak sengaja telah melanggar undang-undang pornografi anak dengan mencari gambar-gambar gadis seusia dia.

Tapi percakapan selanjutnya, menurut pendidik seks kepada siapa kisah itu diceritakan, adalah tanggapan yang ideal.

Daripada marah menghadapi anaknya di puncak gunung, J. Carlos menunggu untuk tenang sejenak ketika mereka bisa memiliki percakapan yang santai. Dia menekankan bahwa itu adalah wajar untuk menjadi tertarik pada seks, tapi gambar-gambar porno itu tidak mewakili suatu relasi seks dan bahwa anaknya harus merasa nyaman untuk bertanya kepadanya tentang apa yang telah dilihatnya.

"Dia bertanya bagaimana hal-hal yang seperti ketika saya masih muda," kata J. Carlos. "Dia merasa benar-benar aman berbicara kepada saya tentang hal itu, sehingga saya merasa senang."

Carlos menampilkan parent yang tenang, penuh pengertian dan terbuka berbicara SEKS pada anak remajanya. setuju saudara?

Bagaimana jenis reaksi anda sebagai orang tua bila anak salah online? Silahkan berbagi...

(disunting dari NYtimes http://www.nytimes.com/2012/05/10/garden/when-children-see-internet-pornography.html?_r=0)


Hi, nama saya Immanuel...

Follow Us on Facebook

Featured Posts
Recent Posts
  • YouTube Social  Icon
  • Facebook Black Round
  • Twitter Black Round

© 2019 by Bijak Online

Proudly created with Wix.com

City of Casey, Melbourne, Australia

Email: cybersafetykeluarga@gmail.com

Phone: +61397047483

Skype: Immanuel.Daely